Sunday, February 19, 2012

Hanya Tuhan yang Mampu

Kadang ku tak mengerti apa yg terjadi padaku
Kekecewaan,kebencian,kesakitan menimpaku
Kesesakan dan ketakutan mengikatku
Masa lalu menghantuiku
Jatuh bangun ku lewati seakan harapan sirna

Ku datang dihadapanMu
Dengan kegentaran,berlutut, dan menangis
memohon pertolongan dariMu
Hanya Engkau yg mampu membuatku tenang

JanjiMu itulah yg kupegang di tengah ketidakpastian
KasihMu itulah yg kupegang di tengah kefanaan dunia
KesetiaanMulah yg kupegang di tengah ketidaksetiaan manusia
Penyerahan total ku berikan
Hanya Tuhan yg mampu menolongku

* in response to the "Fears" article

Fears


Semester ini merupakan semester yang melelahkan. saya mengalami sebuah pergumulan yg sangat menguras tenaga hingga efektifitas kerja saya terganggu. Sudah sekitar sebulan tidak ada satupun tugas yang saya kerjakan hingga saya bertanya, "Tuhan,koq bisa ya saya menjadi orang lumpuh kayak gini? Di manakah Engkau? Sepertinya saya dikuasai oleh ketidakberdayaan dan ketakutan yang selalu menghantui saya."

Di tengah ketakutan,kemarahan,kekecewaan,kebencian,sayang,semua bercampur jadi satu, begitu banyak lontaran kemarahan yang saya tujukan kepada Tuhan. "Kenapa Tuhan memperlakukan saya sedemikian? Apa salahku sehingga memperlakukanku dengan cara menyakitkan hingga saya harus tertatih-tatih? saya ga minta punya latar belakang hidup seperti ini! Saya ga minta untuk dipakai oleh-Mu!..." semua lontaran kemarahan muncul satu demi satu hingga saya menjadi lemas dan hanya bisa terdiam saja.

Keheningan demi keheningan...waktu demi waktu...hari demi hari berlalu...namun tak ada satu jawaban ku dapat. Ke mana ku harus berlari?kepada siapa aku harus mencari? Ending-endingnya ke Tuhan juga.

3 minggu berlalu, saya pun menjadi lebih tenang. Minggu itu merupakan moment puncak dimana saya merasa cape bergulat dengan Tuhan layaknya Yakub dengan Tuhan hingga akhirnya Tuhan harus memukul lutut untuk menyatakan siapa Allah dan siapa dia. Terhentak dan tersadar ketika saya merenungkan hal ini, bahwa memang ada rencana indah yang ingin Tuhan kerjakan bagi saya melalui kejadian hidup ini dan siapa diri saya di mata Allah. Suara kecil itu muncul dan berkata, "Lis,dia itu milik-Ku. Dia merupakan tanggungjawabku. Yang perlu kamu lakukan hanyalah diam, percaya dan berproses dengan-Ku. Percayalah bahwa engkau akan aman bersama-Ku. Bergantunglah pada-Ku karena Aku ini Allah-Mu. Lepaskanlah gengaman tanganmu yang kuat itu. Aku tahu tidak mudah namun kasih karunia dan anugerah serta kekuatan-Ku selalu cukup bagimu. Aku mengasihi-Mu dan menerima-Mu apa adanya."

Ketika mendengar suara kecil itu, saya hanya bisa terdiam kembali. Merasa seakan saya tidak memiliki kuasa apapun atas diri saya sendiri. Ketenangan itu menaungiku. Tuhan siapakah aku ini? Kenapa aku yg Engkau pilih untuk menjalani proses ini?
************
Iya...Dia mau memakaiku bagi kemuliaan-Nya;untuk menyatakan kebaikan-Nya di tengah kesakitan, menyatakan siapa diri-Nya di tengah ketidakberdayaan manusia, menyatakan kemampuan-Nya bagi mereka yang meragukan-Nya. Ini aku Tuhan. Let Your will be done in me.

Soli Do Gloria.