Showing posts with label Reflection. Show all posts
Showing posts with label Reflection. Show all posts

Sunday, February 19, 2012

Hanya Tuhan yang Mampu

Kadang ku tak mengerti apa yg terjadi padaku
Kekecewaan,kebencian,kesakitan menimpaku
Kesesakan dan ketakutan mengikatku
Masa lalu menghantuiku
Jatuh bangun ku lewati seakan harapan sirna

Ku datang dihadapanMu
Dengan kegentaran,berlutut, dan menangis
memohon pertolongan dariMu
Hanya Engkau yg mampu membuatku tenang

JanjiMu itulah yg kupegang di tengah ketidakpastian
KasihMu itulah yg kupegang di tengah kefanaan dunia
KesetiaanMulah yg kupegang di tengah ketidaksetiaan manusia
Penyerahan total ku berikan
Hanya Tuhan yg mampu menolongku

* in response to the "Fears" article

Fears


Semester ini merupakan semester yang melelahkan. saya mengalami sebuah pergumulan yg sangat menguras tenaga hingga efektifitas kerja saya terganggu. Sudah sekitar sebulan tidak ada satupun tugas yang saya kerjakan hingga saya bertanya, "Tuhan,koq bisa ya saya menjadi orang lumpuh kayak gini? Di manakah Engkau? Sepertinya saya dikuasai oleh ketidakberdayaan dan ketakutan yang selalu menghantui saya."

Di tengah ketakutan,kemarahan,kekecewaan,kebencian,sayang,semua bercampur jadi satu, begitu banyak lontaran kemarahan yang saya tujukan kepada Tuhan. "Kenapa Tuhan memperlakukan saya sedemikian? Apa salahku sehingga memperlakukanku dengan cara menyakitkan hingga saya harus tertatih-tatih? saya ga minta punya latar belakang hidup seperti ini! Saya ga minta untuk dipakai oleh-Mu!..." semua lontaran kemarahan muncul satu demi satu hingga saya menjadi lemas dan hanya bisa terdiam saja.

Keheningan demi keheningan...waktu demi waktu...hari demi hari berlalu...namun tak ada satu jawaban ku dapat. Ke mana ku harus berlari?kepada siapa aku harus mencari? Ending-endingnya ke Tuhan juga.

3 minggu berlalu, saya pun menjadi lebih tenang. Minggu itu merupakan moment puncak dimana saya merasa cape bergulat dengan Tuhan layaknya Yakub dengan Tuhan hingga akhirnya Tuhan harus memukul lutut untuk menyatakan siapa Allah dan siapa dia. Terhentak dan tersadar ketika saya merenungkan hal ini, bahwa memang ada rencana indah yang ingin Tuhan kerjakan bagi saya melalui kejadian hidup ini dan siapa diri saya di mata Allah. Suara kecil itu muncul dan berkata, "Lis,dia itu milik-Ku. Dia merupakan tanggungjawabku. Yang perlu kamu lakukan hanyalah diam, percaya dan berproses dengan-Ku. Percayalah bahwa engkau akan aman bersama-Ku. Bergantunglah pada-Ku karena Aku ini Allah-Mu. Lepaskanlah gengaman tanganmu yang kuat itu. Aku tahu tidak mudah namun kasih karunia dan anugerah serta kekuatan-Ku selalu cukup bagimu. Aku mengasihi-Mu dan menerima-Mu apa adanya."

Ketika mendengar suara kecil itu, saya hanya bisa terdiam kembali. Merasa seakan saya tidak memiliki kuasa apapun atas diri saya sendiri. Ketenangan itu menaungiku. Tuhan siapakah aku ini? Kenapa aku yg Engkau pilih untuk menjalani proses ini?
************
Iya...Dia mau memakaiku bagi kemuliaan-Nya;untuk menyatakan kebaikan-Nya di tengah kesakitan, menyatakan siapa diri-Nya di tengah ketidakberdayaan manusia, menyatakan kemampuan-Nya bagi mereka yang meragukan-Nya. Ini aku Tuhan. Let Your will be done in me.

Soli Do Gloria.

Monday, June 28, 2010

Trusting God

Ada seorang yg cukup significant mengubah hidup saya menjadi siapa saya sekarang ini.
Orang yg mengenal saya 2 tahun lalu dan bertemu saya setelah 2 tahun lagi bisa melihat perubahan itu.

Orang ini mengajar kepada saya:

Ketika kita mengatakan kita menyerahkan hidup kita ke dalam tangan Tuhan, mempercayakan Tuhan, kita juga butuh membuktikan kita percaya kepadaNya seperti iman tanpa perbuatan pada hakikatnya mati.

Ketika kita percaya setiap hal yg telah kita taruh didalam tanganNya; baik PH, pergumulan dan masa depan, kita berhenti worry tentang hal tersebut dan menunggu waktu dimana Tuhan say inilah waktunya untuk take action.

Kalo kita worry, artinya kita kurang percaya bahwa Ia bisa menyelesaikan dan bekerja bagi pergumulan, masa depan, etc.

kurang percaya=tidak percaya.
percaya adalah percaya as a whole ga stengah-stengah.

Perkataannya mengubah saya sehingga saya boleh hidup tanpa worry dengan apa yg akan terjadi didepan saya dan siap sedia menghadapi segala tantangan dan hadiah yg akan Ia berikan bagi saya because I know who hold tomorrow =)

Ps:
topik ini applicable di artikel "Teenage's challenge"

Teenage's challenge

Dulu ketika saya dealing dengan anak-anak muda, permasalahan yg mereka lontarkan selalu mengenai PH (Pasangan Hidup). Setelah 1.5 tahun saya tidak bertemu dengan mereka pun tetap sama, pergumalan mereka sebagian besar berhubungan dengan PH lagi...

Apakah PH menjadi suatu tantangan besar bagi anak muda di Indonesia sekarang?
Saya pikir iya.

Banyak faktor yang saya simpulkan kenapa seh teenager memiliki urge yg gede to pursue ke hubungan dating, bukan courtship tanpa consider apakah benar aim mereka adalah go to marriage? consider apakah Tuhan telah menjadi posisi pertama didalam hati mereka;bukan calon PH mereka? bukan hanya i love you, you love and done, tetapi lebih dari itu banyak hal lagi yg perlu kita consider.

Faktor utama adalah pengaruh keluarga. Banyak teenager yg kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian yg cukup dari orangtua mereka yg mereka harapkan. Karena situasi ini, maka teenager menjadi lonely sehingga mencari pelarian kasih dan perhatian lewat dating relationship sebagai pelampiasan mereka.
Kasih dan perhatian memang sangat dibutuhkan oleh semua orang dan memang salah satu necessary needs especially teenager yg berada dalam masa mencari jati diri dan belum dalam tahap emotional yg cukup stabil membuat adanya urge kepada mereka untuk fulfill needs mereka untuk dikasi dan dicintai sehingga banyak dari mereka mengatakan "I dont want to be in this way, but I cannot help it."
Bagi orangtua, saya kira perlu dan penting role kalian bagi anak2 dalam memberi perhatian yg cukup bagi anak2nya jangan sampai jatuh kepada hal2 yg tidak diinginkan.
Apa yg mereka akan lalui, akan mempengaruhi akan menjadi siapa mereka kedepan.

Kedua adalah urge dari temen2 didalam communitas kita yg mempengaruhi kita untuk mencari PH.

Ketiga, karena culture yg mengatakan bahwa cowo atau cewe kalo tanpa PH kurang baik.
Dll.

Karena situasi diatas, mereka dibutakan untuk menyadari bahwa necessary needs yg mereka butuhkan sebenarnya tidak dapat mereka temukan didalam PH mereka. PH mereka pun manusia biasa dengan kasih yg terbatas memberi kasih dan perhatian. Pada dasarnya, Tuhan kita adalah kasih so kasih yg kita cari yg kita butuhkan hanya bisa kita dapatkan dariNya karena kasihNya tidak terbatas, tidak habis dan tidak taking for granted (kamu harus mengasihi aku baru saya bisa mengasihi kamu, Tuhan kita tidak seperti itu).
Mencari kasih dari manusia, tidak akan pernah kita akan puas.
Oleh karena itu, ayo temen2, cari dulu necessary needs kasih kita yg datang dari Dia yg adalah kasih adanya. Setelah kita telah content dengan Tuhan kita, Dia adalah pertama dalam hidup kita, baru kita mencari PH didalam kondisi kita sudah mantap untuk go to marriage.

ada satu letter yg saya berikan bagi teman saya, yg menurut saya dia mengalami hal yg sama dengan teman2. Mungkin ini juga bisa jadi encouragement bagi kalian semua:

"....ga gampang berdiri ditengah temptation buat dikasihi lebih tapi ak percaya oleh kasih karunia dan kecintaan yg dalam kepada Tuhan membuat semuanya menjadi mungkin :) itulah yg ku sebut menaruh hati dan kerinduanku didalam tangan Tuhan tanpa menghandlenya dengan caraku melainkan dengan cara Tuhan yg lebih agung dan mulia itu :)"

Karena kecintaan Tuhan itu menjadi mungkin karena kita tahu siapa Allah yg kita percaya. Sehingga ketika persekutuan yg dekat itu akan membuat kita tahu bagaimana sehh cowo yg sungguh mengasihi Tuhan (the imitator of Christ who loves us with unconditional love, follow and obey God's word not my emotion, etc). Mengashi bukan cuma ke gereja, giat melayani, tetapi lewat hidup mereka apakah mereka berani mengorbankan yg mereka paling inginkan bagi TUhan? berhenti mengikuti emosi yg ga eternal nilainya bagi Tuhan yg eternal? etc.

."Menaruh hati dan kerinduanku didalam tangan Tuhan"... perlu karena Dia tahu yg terbaik bagi kita. Sering kali kita sebagai manusia terlalu mengikuti emosi kita, sehingga kita ingin menyelesaikan/to achive apa yg kita mau dengan cara kita, tanpa menunggu waktunya Tuhan. Cara yg dia lakukan pasti mulia da agung. Ketika kita bener2 menunggu waktunya, semuanya akan indah dan membuatmu tersungkur dan memuji Dia melihat bagaimana Ia mempertemukan kamu dengan PH kalian =)

Really...think about it.
Put Him as your 1st prince, and partner of life as the 2nd one.
Kalo kita menaruh PH kita yg pertama, ketika diambil Tuhan dari sisi kita, itu akan menyakitkan dan kita akan kehilangan harapan seakan-akan dunia ini telah berakhir.
Tetapi ketika kita menaruh Dia sebagai pangeran kita yg pertama, walaupun partner of life kita tidak bersama-sama lagi dengan kita, kita tetap dapat hidup didalam pengharapan karena kita tahu yg the real one adalah Tuhan, pangeran kita yg ada dan tidak pernah meninggalkan kita dan selain itu, we will see our partner of life some day in heavenly home =)

Monday, May 3, 2010

apa sebenarnya beban pelayanan?


"saya terbeban di bagian pelayanan A, B or C."
Beberapa dari kita sebagai orang kristen sering mengeluarkan kalimat diatas.

Apakah kita sadar apa arti sebenarnya dari kata "beban" ketika kita mengatakan kata "terbeban"?
Apakah terbeban berarti melayani Tuhan dibagian hal yg saya suka/senang?
Apakah tebeban berarti melayani Tuhan di pelayanan yg saya bisa?

menurut kamus besar bahasa Indonesia kata "beban" memiki arti:

"barang (yg berat) yg dibawa (dipikul, dijunjung, dsb); muatan (yg ditaruhkan di punggung kuda, keledai, dsb): mana boleh kuda ini diberi -- yg seberat itu; 2 ki sesuatu yg berat (sukar) yg harus dilakukan (ditanggung); kewajiban; tanggungan; tanggung jawab: urusan ini menjadi -- kita;" (KBBI, 2008).

Dari definisi diatas kita bisa menyimpulkan bahwa beban adalah suatu yg berat, yg sukar dilakukan, yg kita tanggung. Jadi apakah arti terbeban melayani yg sebenarnya?

Terbeban melayani Tuhan berarti kita melayani Tuhan karena diladang tersebut Tuhan mempercayakan kita untuk melayani Dia. Dipercayakan bagi kita bukan karena kita suka, kita senang, kita bisa, tapi karena Tuhan tahu kita mampu dan kita menerima beban pelayanan tersebut karena semata-mata untuk menyenangkan hatiNya karena kita tahu hanya satu cara yg bisa kita lakukan untuk membayar segala kasih, pengorbanan dan keselamatan yg Ia berikan, yaitu memberi yg terbaik dari diri kita yg bisa kita berikan bagiNya walaupun harus berkorban dan mati bagiNya apapun harganya harus kita bayar untukNya.

Melayani Tuhan adalah suatu privilege yg berharga dari Tuhan bagi kita.
Bagi semua Hamba Tuhan, tidak semua dari kita dipanggil untuk melayani Dia dan diberi beban yg agung ini dan bernilai kekal yaitu memberi diri seutuhNya untuk dipakai olehNya, so do it the best from you, coz not all people can serve Him in this such privilege.


Cited:
http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

am I truly love You Lord?

Many people say "I love you Lord". But have you ever think you are really love God?
Many of us go to sunday services, serve Him in the church busily, ask others whether they have do quite time or they don't; are these things means we have already truly loved Him?

How about our daily quite time in His words and prayer, do we spend sometimes at least half an hour each day after bed or before we start our day? Can we do those simple things?

serve Him in the church is just a reflection of our thanks giving to Him for He has already given the best for us and absolutely this realization comes from our personal relationship with Him through our quite time in His words and prayer.

don't be a christian who talk only without any prove through action in simple things.
If we do, we have no any difference with hypocrites.

I know it's not easy for all of us who are very busy, but at least we try the best for Him.
He long for close relationship with us, it pleases Him more than anything you give to Him.
He wants you, not other things.

Wednesday, April 21, 2010

Apakah Tuhan tidak mau aku bahagia?

Ada seseorang yg pernah memberikan saya statement:
"Apakah Tuhan tidak mau saya bahagia?".

Saya terinspirasi untuk mengerti apa kebahagiaan yg sesungguhnya. Saya pikir Tuhan pasti mau kita bahagia. Seperti yg Ia katakan bagi kita di kitab roma:

"What then shall we say to these things? If God is for us, who can be against us? He who did not spare his own Son but gave him up for us all, will he not with him freely give us all things?" (Romans 8:31-32)

(saya merefer ayat ini karena banyak dari kita menganggap sesuatu yg bahagia adalah ketika kita mendapatkan sesuatu yg kita ingin dapatkan tapi belum tercapai). Anak satu-satuNya yg paling Ia kasihi aja mau Ia berikan bagi kita yg berdosa, apalagi hal lain yg ada didunia ini? Kekayaan, harta, kuasa, dan kebahagiaan pun bisa Ia berikan kalo memang Ia berkehendak.
Nah sekarang yg perlu kita pikirkan adalah apakah kebahagiaan yg kita maksud sama dengan apa yg Tuhan maksud? Banyak orang yg mengartikan kebahagiaan mereka kalo mereka mendapatkan harta, kekayaan, pasangan hidup, degree, dan banyak lagi. Apakah salah menginginkan hal itu? sama sekali tidak. Kalo begitu kenapa Tuhan tidak memberikan itu semua bagi kita? Jawabannya simple, karena semua itu bukanlah prioritas yg Tuhan mau kita taruh. Banyak dari kita sering kali salah menaruh prioritas pertama dengan harapan mereka/keinginan mereka yg sia-sia yg sesungguhnya tidak boleh menggantikan posisi pertama yg sesungguhnya, yaitu Kristus; sehingga pada akhirnya kita harus menghadapi kekecewaan.

Kita tidak akan pernah bahagia, tapi kita bisa hidup dalam ucapan syukur asal kita menaruh apa yg seharusnya pada tempatnya. Tidak bahagia karena dunia bukanlah bagian dari kita, tetapi surga adalah bagian kita yg sesungguhnya. Kita hanya menumpang dan mempersiapkan diri didunia semata2 agar kita menjadi mempelai yg "sempurna" ketika bertemu Dia disana dan mengerjakan rencana2 yg Ia percayakan bagi kita sehingga apa yg Ia kehendaki boleh ter-fulfill lewat kita sebagai alatNya. Kita akan bahagia ketika kita bertemu denganNya disurga :)
Bersyukur karena kita tahu apa yg kita lakukan semata-mata untuk dan bagi kemuliaanNya, dan kekayaan, tahta, harta, pasangan, dll, ini semua adalah berkat yg Ia berikan bagi kita saja dan sifatnya pun bukan kekal sehingga ketika kita diberi kesempatan untuk menikmatinya itu adalah berkat yg harus dan patut kita syukuri tetapi bukan the ultimate happiness that He given to us.

so live you life for Him and in Him, for all you have is from Him, not yours.


Friday, April 16, 2010

Anak?

Apakah tujuan akhir ketika kita menikah harus memiliki anak?
Apakah memiliki anak merupakan hal yg sangat membahagiakan ketika melihat tantangan dan hal2 yg perlu kita hadapi?

Pertanyaan ini keluar dipemikiran saya ketika saya diberi suatu kesempatan oleh Tuhan lewat keluarga koko saya untuk menjaga keponakan saya, Celine namanya.
Celine adalah keponakan pertama saya. Secara pribadi, saya sungguh bersyukur dan senang boleh menjadi seorang kou2 baginya. Awal dari tujuan menjaga celine adalah karena tidak ada pembantu, dan ipar saya sedang keluar kota karena ada urusan yg harus dikerjakan.

Unexpected ternyata Celine sakit ketika sore hari. Saya sudah notice karena celine meminta saya untuk terus menemani dia ditempat tidur which is saya merasa behaviornya dia berbeda dari biasanya. Setelah kira2 jam 6, saya baru notice dengan koko saya bahwa celine demam!!!

Kami memutuskan untuk ke Rumah Sakit dan celine selalu minta saya menggendong dia sampai saat ketika kita diparkiran celine muntah dan meminta saya menggendongnya. Waktu itu sempet berpikir mau ga yahh? since saya ga ada baju ganti. In the mean time naluri saya berkata bahwa saya harus menggendong dia ketika dia perlu saya (scra psychology anak2 akan merasa ditolak) so saya pun menggendongnya walaupun baju saya harus kotor dan bau tapi inilah harga yg harus kita bayar karena saya mengasihi dia =)

Ketika pulang, saya membersihkan badan celine, menyanyikan lagu baginya agar dia boleh tidur, selama 3 malam berturut2. Sometimes, dia suka tengah malem bangun dan membuatku tidak mengerti apa yg dia inginkan dan memanggil "kou2" padalah saya ada disana hingga saya memutuskan untuk berdoa baginya dalam hati "Tuhan, aku ga tahu apa yg celine mau dan ak bingung. Tuhan biar Engkau tutup bungkus dia dengan darah anak dombaMU sehingga kuasaMu selalu ada atasnya dan pulihkan menurut kehendak dan kuat kuasaMu. Tolong Tuhan....". Setelah saya doa, celine sempet diem, saya juga bingung and then saya langsung meyanyikan sebuah lagu "Jesus love me yes I know" sampai dia tertidur. Saya bersyukur untuk hal itu :)
Long story short, besok paginya tangan saya seperti olahraga angkat besi hehe...

Ada resiko bagi saya menjaga Celine ketika dia dideteksi sakit cacar air. Penyakit ini bisa menular saya since saya sendiri belum pernah cacar. Tapi dengan consideration yg ada yg terlebih lagi karena saya mengasihi dia, saya tidak bisa menolak karena masa2 umur celine sangat membutuhkan kasih untuk dapat bertumbuh dengan baik, tapi bukan berarti memberi segalanya seperti apa yg dia mau.

3 hari setelah menjaga celine, ternyata gantian saya yg sakit demam dan radang. Saya diminta buat nyetir ke airport karena celine mau digendong papanya. Ada resiko bagi saya nyetir tapi belajar untuk betahan melawan pusing dan demam selama saya bisa menahan selama perjalanan menuju dan pulang dari airport hingga ketika sampai di tempat koko, saya langsung tepar hehe...Wahh saya kira bentar lagi nehh bakal cacar tapi puji Tuhan, Tuhan tidak membiarkan itu terjadi, walaupun iya saya juga tetap bersyukur :)

Koko saya sebagai Ayah juga ga kalah pengorbanannya dan pastinya lebih banyak berkorban daripada saya. Dari ga makan karena melihat kondisi anaknya, ga kerja, kurang tidur, memanjakan anak, his affection and love to his child, membuat saya begitu kagum dan bersyukur celine memiliki Ayah yg begitu caring terhadapnya :)

Apakah tujuan akhir ketika kita menikah harus memiliki anak?
Yes we have kalo memang Tuhan berkehendak, tetapi kita juga tidak boleh berencana untuk tidak memiliki anak karena itulah design sex yg Tuhan ciptakan bagi manusia. If we do, kita berdosa dihadapan Tuhan.

Apakah memiliki anak merupakan hal yg sangat membahagiakan ketika melihat tantangan dan hal2 yg perlu kita hadapi? Nope...honestly tidak gampang karena banyak hal yg perlu dikorbankan dari ngurusin poop, sakit, dll...tetapi dibalik itu semua sebenarnya anak itu adalah hasil dari unification cinta kita kepada spouse kita sehingga hasil cinta tersebut pun ketika kita mengalami tantangan dan pengorbanan seperti yg saya uraikan diatas menjadi nothing. Seperti yg bible katakan kepada kita Kasih itu sabar menanggung segala sesuatu!!!

Greater love, greater pain, and sacrifice is required in love.

so think twice are you ready to getting married...
Are u ready for that? :)

Friday, January 29, 2010

Suffering

2 hari yg lalu ketika saya baru selesai mengikuti intesive course di salah satu gereja di Jakarta, saya harus mengejar waktu les. Between 2 kegiatan tersebut saya ada wktu kosong selama 1 jam.
Saya nyetir mobil kira2 dari daerah kemayoran ke sunter membutuhkan waktu kiar2 15-20 menit (cukup cepat oleh karena saya sudah mencoba sepelan mungkin untuk ketempat tujuan sehingga saya tidak perlu menunggu di tempat les hingga waktunya tiba )
Ketika saya masuk kerumah lause saya dan tidak ada orang didalam so saya memutuskan menunggu sampai jam 2 teng didalam mobil dan kebetulan saya parkirnya pas dibawah pohon =)

pas didalam mobil, I was wondering what I am going to do?
and then saya memutuskan untuk membaca kitab roma pasal 5.
Di dalam pasal tersebut saya tercengang dengan roma 5:3-6 "....kita malah bermegah didalam kesengsaraan kita, karena kita tahu bahwa kesengsaraan itu menimbulkan tahan uji. Dan tahan uji itu menimbulkan pengharapan. Dan pengharpaan itu tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan didalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang2 durhaka pada waktu yg telah ditemtukan oleh Allah".

Saya merasa bahwa ayat ini menyatakan kehidupan kesengsaraan yg kita alami sebagai orang percaya dengan begitu detail, precise dan sangat bermakna. Oleh karena kesengsaraan yg kita alami tidak berhenti pada keadaan menderita saja tetapi juga ksesngsaraan yg menghasikan kita menjadi seorang yg lebih tahan uji. Tahan uji akan tantangan hidup kedepan, tidak mudah takut menghadapi situasi yg sama dan tak terduga itu, sehingga iman kita pun tidak goyah ketika berhasil menghadapi tantangan/kesengsaraan hidup itu sendiri. Sifat yg tahan uji itu memberikan kita pengahrapan didalam Tuhan. dikatan bahwa pengharpan itu datang oleh karena kasih Allah yg telah dicurahkan bagi kita anak2Nya ini.

Our suffering ga berhenti sampai pada kita sekedar menderita tetapi merupakan suatu proses daripada exercising our muscles of faith =)





Friday, January 22, 2010

Kasih yang Polos

topik yg cukup menarik dan uncommon untuk dibicarakan.
Topic ini keluar di pemikiran saya ketika mendengar sharing dari teman baik saya.
Long story short, saya belajar banyak hal dari sharing yg kami lakukan, yaitu:

1. Mengasihi dengan hati yg polos tidak mudah dan tidak banyak bisa kita dapat di dunia ini oleh karena kasih yg polos adalah kasih yg murni oleh karena kasih itu belum menjadi cacat (dilukai, etc) sehingga ketika kita mengasihi sesama, kita menggunakan kasih yg utuh (tanpa menquestioning dia, tanpa meragukan dia, jujur, dll).

2. Alangkah baiknya ketika kita bisa mengasihi Tuhan dengan kasih yg polos; yg tidak dicemari dengan motivasi2 yg tidak murni, keinginan dan dosa kita. Hubungan yg didasari dengan kasih ini akan menjadi sangatlah nikmat, bukan?


Wednesday, January 6, 2010

Begin and End it in Christ

Hari ini saya baca kitab 1 timotius 2-4, kitab dimana ditulis oleh Paulus dan ditujukan kepada Timotius yg dia anggap sebagai anaknya sendiri yg sah didalam Tuhan (1 tim 1; 2 tim 1).
Ketika saya membaca kitab ini, 2 Tim 4:7 "Aku telah mengakiri pertandingan yg baik, ak telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman". Ayat ini memiliki arti yg sangat significant bagi saya mengenai bagaimana kita sebagai seorang anak Tuhan harus mengakhiri hidup seperti Paulus. Tidak banyak orang bisa mengatakan kalimat ini (dlm term psychology, kalimat ini telah merepresent the highest level of cognitive domain which is evaluation level).
Bisa mengakhiri hidup kita didalam spiritual warfare bukanlah hal yg gampang dan adalah suatu pengalaman dan proses seumur hidup yg harus kita jalani hingga kita bertemu dengan Bapa disurga. Bagi saya, untuk bisa mencapai garis akhir dan mengakhiri hidup kita dengan baik didalam Tuhan diperlukan beberapa hal, diantaranya:

1. Selfless attitude
Begitu banyak tantangan dan tawaran yg begitu mengiurkan dari dunia membuat kita kadang kala mencoba untuk berkompromi untuk hidup benar, kudus dihadapan Tuhan. Sikap ini sangat diperlukan oleh karena tanpa selfless attitude; meninggalkan apa yg kita inginkan, ambisi kita, dll, kita tidak akan mungkin bisa maksimal dalam mencampai garis akhir dengan sesempurna mungkin. Seperti paulus didalam Filipi 3:8 "Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus"
Paulus melihat dan menilai pengalaman dia dengan Kristus dengan nilai yg sangatlah tinggi hingga dia bisa mengatakan "segala sesuatu kuanggap rugi...menganggapnya sampah.." Wowww such amazing deep and precise words that represent his personal experience with Christ!!!

2. Perjuangan
kalo kita perhatikan didalam kitab filipi ketika paulus di penjara, dia masih menasihatkan jemaat difilipi untuk tetepa berjuang!!! kita yg hidup tidak didalam keadaan penganiyaan seperti Paulus, seharusnya lebih bersemangat lagi!!!

3. Pengenalan yg dekat akan Tuhan
Pengenalan yg tiada hentinya sangat diperlukan karena dari inilah kita baru bisa berjuang dan memiliki selfless attitude. Selain itu, kasih dan setia akan datang karena kecintaan kita dan pentingnya Tuhan dalam hidup kita membuat kita tergila2 hingga mengorbankan apapun untuk Dia yg telah terlebih dahulu memberi diri untuk menyelamatkan kita.

Thursday, December 24, 2009

Love and Purity

After reading the Passion and Purity by Elizabeth Elliot, I learn and get a lot of things from it about how we should give our love live to Christ.
From this book, I learn new concept and thought that probably I have been go through so the concept it self become a reminder for me to always live as God wanted me to be.

There are several interested concepts I learn from This book:
1. Contentment
Contentment we can get only in Christ alone. We cannot taste the real and pure love before we content fully in Christ. How do we know we are in the real contentment zone? It is when you wont depend on material and worldly relationship,you wont replace God with worldly things that you think is very important (spouse, parents, friends, car, etc). The main point of the contentment it self is "Seeking God first". Everything should be sacrifice for the sake of Christ for He is our creator, the omnipotent and he already paid us off, which mean he loves us and he never will hurt us even sometimes in circumstances that is difficult to see He still loves us.
The absolute contentment is in Christ. Marriage is not the main things that we use to fulfill our contentment to feel secure. marriage it just a gift that God given to us and a plus things from the contentment it self.

2. The real love
The real love is only when the relationship involved God in it. Love means we have to be selfless and charity. why Elizabeth say it is charity? coz when you love someone, you will give your best without taking for granted. We will do our part without ever asked them to have to give something that we think we suppose to have. That is the real love!!Somehow I wonder how many people can love their spouse in such a way when their spouse is different from their expectation? one thing that I belief is that when the person already lived in Christ, it is possible to happen for he/she loves their spouse by not using a worldly love but the love of God that lives in him/her.

3. the real man after God's own heart
I belief most us want to have a Godly man or woman as their spouse (I will emphasize from woman's view). What I experienced and what I red from this book is a man after God's own heart is the man who is willing to sacrifice everything even their beloved one (his GF) for the sake of Christ. It sounds very dramatic, huh? yes it is but this is how it suppose to be. It happens because he feels very in with God so God is too important for them. When the man has already in this point, they will more faithful and loves you for they are love you not because you are worth to be loved but because God call him to loves you to be his helper and the love that he used is the unconditional love to loves you.
we can see from Jim and Elizabeth Elliot relationship. Jim told her that he will give her to God as Abraham has already offered his precious and beloved son for God and he also said "I give my heart for you that I have given to Christ".
Besides, he is also willing to sacrifice everything even he has to give up his beloved one for her work in God's ministry. He wants the best for her with Christ.

4. Maintain purity
God commands us to live holy and pure for we are not our own but we are owned by Christ-"for you were bought with a price. So glory God in your body" 1 Corinthians 6:20. We are no longer the owner of our own body but He is who has died for us in the cross to clean our sin!

Saturday, November 28, 2009

Bless the Broken Road


I set out on a narrow way, many years ago
Hoping I would find true love, along the broken road
But I got lost a time or two
wipe my brow and kept pushing through
I couldn't see how every sign, pointed straight to you

Every long lost dream, led me to where you are
Others who broke my heart, they were just northern stars
Pointing me on my way, into your loving arms
This much I know is true
That God blessed the broken road
That led me straight to you

I think about the years I spent, just passing through
I'd like to have the time I lost, and give it back to you
But you just smile and take my hand
You've been there you understand
It's all part of a grander plan, that is coming true

Every long lost dream, led me to where you are
Others who broke my heart, they were just northern stars
Pointing me on my way, into your loving arms
This much I know, know is true
That God blessed the broken road
That led me straight to you

Now I'm just rolling home
Into your loving arms
This much I know, know is true
That God blessed the broken road
That led me straight to you
Yes, God blessed the broken road
That led me straight to you

This song is very encourage me a lot. It reminds me in the way of many struggle that I have to go through while waiting for His answer in my life.

I was notice with "Every long lost dream, led me to where you are..Others who broke my heart, they were just northern stars" why the writer choose the word of "northern star"? how it relates to the broken heart?
With the curiosity that I had, I directly found it in internet especially for the northern star term. According to the wikipedia, Northern star was used to know direction (west, east, south, north) and it oftens used by people who live in Jesus' period!
When I related that words with the previous sentence, I get that the true love that we dream long time ago until now, it leads us to get closer to Him. In the process of waiting, pressure from society to us, those things make us hurt (broken heart) and it also just a Northern star that turn our life in a certain direction to know what God wants for us or to get closer to His promise.

For most of single, when you are waiting for your "true love" that God intended to be, it requires a lot of passion. maybe people push us to find our bride/groom that cause sometimes we unsure with His promises to us.
But, one thing that i belief in our loneliness and in our singleness is we will get closer with Him. That's the beauty of singleness!
longing for intimacy in our loneliness that only we can get through Him; the source of love and strength coz we know that His love and plan us will never fail!

In the Sacred of Singleness, it says that God wants us to find the ultimate fulfillment in our heavenly pince before we meet our worldly prince in the world!

I wish for those who is single can enjoy their singleness as the gift from Christ to experience deep longing and intimacy with our perfect groom Jesus Christ:)

my last words for u is that single is not because we want it but because we have not found out our true love :)

wish you have a perfect time with our heavenly Prince in your singleness!

Saturday, October 31, 2009

Obedience

"dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yg telah dideritaNya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaanNya, Ia menjadi pokok keselamatan yg abadi bagi semua orang yg taat kepadaNya" Ibrani 5:8-9.


Ketika saya baca verse ini, verse ini menjadi begitu berarti dan sangat mengutkan saya.
Bagi saya secara pribadi verse ini mau memberitahukan kepada saya bahwa Yesus yg mulia, tak bercacat dan suci itu aja rela belajar taat sama Bapa didalam penderitaanNya. pernah mikir ga seh bahwa koq Kristus itu mau turun kedunia sebagai bentuk obedient-Nya kepada Bapa karena begitu besar kasih Bapa akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan anakNya yg tunggal kepada kita manusia berdosa ini. Harganya terlalu BESAR dan terlalu BERHARGA tapi Dia Allah Bapa kita rela memberikan itu yg terpenting anakNya bagi kita yg berdosa ini.

Apalagi kita yg sudah jatuh dalam dosa ini, kitalah yg seharusnya belajar lebih giat lagi untuk taat kepada Kristus karena sudah cukup keselamatan yg Ia berikan kepada kita 2000 tahun yg lalu yg ga mungkin bisa dibayar oleh siapa pun dan apapun itu bentuknya. Kita sering kali bersungut2 dan merenget2 akan hidup kita tetang penderitaan yg kita alami. kalo kita coba go through di bible seperti buku "Walk as He Walked" buku itu mengatakan bahwa Kristus itu ga pernah mengasihani diriNya Dia sendiri. Dia hanya menangis 3x dalam bible dan tiga tangisan ini adalah tangisan untuk orang lain dan minta kekuatan daripada Bapa untuk melakukan tugas panggilan yg Bapa telah percayakan kepada Kristus di dunia ini. Even Dia mulai, suci berkuasa dan sempurna, Dia juga adalah manusia yg membutuhkan kekuatan daripada Bapa untuk menggenapi cawan yg Tuhan telah berikan Kristus.

Puji Tuhan, ternyata ketika Dia bangkit, Dia masih mengirimkan Roh Kudus yg tinggal diam didalam hidup kita satu per satu sehingga boleh kita yg terpanggil dan dipilih oleh Allah boleh memiliki iman dan penghiburan daripada Tuhan sehingga kita bisa menjalani rancangan2 yg telah Tuhan berikan bagi kita dengan kuat dan penuh pengharapan yg datang hanya daripada Dia yg telah memberikan dan menyediakan setiap keperluan untuk berperang di "spiritual warfare" ini.

semoga article dan hasil renungan ini boleh menjadi kekuatan bagi saudara dan saya.
Immanuel.

Tuesday, October 20, 2009

Following God

Sometimes I felt why it is so difficult to follow Christ?
Do we have to go through suffering, misunderstanding, loneliness, in follow Him?
I think yah it is. If we watch carefully with many apostles in the bible, they go through these things. that's the reality to follow Christ.

when the decision was made, the test will come one by one.
When I made a decision to fully give my self to God, God give me a lot of things to go through.
How to deal with certain conflict, how to forgive, how to deal with congregation and deal with my self when the world misunderstanding, suspect, and jealous with me.

World is imperfect, so we are.
The unworthiness of who we are cannot compare to Him that are glory, mighty, above all else!
Whatever we have been through in following Christ, let Him be the wants who be proud and award us not this world.
And I belief every difficult and happy moment that we go through will bring glory to Christ!!
Main point from all suffering and difficulty that we faced that can make us stand still before God is the eyes that focus on to God :)

Thursday, September 24, 2009

Too Great and Too Wide

I am thinking why "A" thing suppose to happen in my life?
Why God put me in "B" situation?
And why God choose me to be in "C" condition?

I believe most of us have ever asked those kind of question in your life.
I personally ever asked these questions to God in my confusion in the reality of life.
I am trying and trying to comprehend what God wants me to be? what is His bright and the hopeful purpose as He said in Isaiah?

But I am finally realize, I am too limited to comprehend His thought and purposes in my life, so I will never know exactly what it id until He who the first one reveals it to me.

Our God is too great and too wide to be comprehended by our mind and our soul.

In fact, we are human who fall in sin. We want everything make sense and God's answer supposes to be beneficial answers for us. We are selfish. Whether you realize it or not, even when we keep our faith to God is just because we hope we could get something more from Him.

The answers is so simple, and is just one answer; it's all about HIM. Why I say this? Because He is our creator, without Him we will never exist. He has already died in the cross just because of us who is sinned. could you pay for His salvation? Nope, you never and ever can pay it off. so do you think we have a right to ask God more for our selfish wishes such as I want an happiness so I have to married, I have to get in in "A" university, get a lot of money, etc?? we can ask that. it is a normal thing but you have to ask your self, what is it for. is it for the glory of God and effectiveness for His plan in our life, or just for your own happiness and satisfaction?

Nothing eternal in this life. Don't let this worldly things make you replace His place with other things. God can gives it to you easily if He wants it, but because He loves us so much, He knows what are the things that is good for us. Sometimes, the things that we think is good for us, it doesn't necessary good in God's measurement.

to come to this point, it takes time. I take for 4 years to come to this point. is not an easy process to go through but it help me a lot to see God as the only God I can depend on, I trust and I believe in. and I also finally understand what paul means by "Life is Christ, and Die is gain", and also Philipians 1:20-24.


Wish this could become a blessing for all of you.
Gbu.

Tuesday, September 1, 2009

Sweet17een

First of all, I am so thankful to God for His grace and blessing for these 17 years which make me can experience Him more deeply in my daily life. Day by day as I am getting older, I am yearning to have an intimate relationship with Him. For me, the greatest happiness that could not buy in this world is the intimate relationship with Him.
He teach me a lot of things that sometimes I couldn't understand what He was trying to say? but Finally I learn so much things, they are:
1. the only one you can depend on, you can trust, you can put you hope, is only God.
2. Bearing the cross is the act of our faith toward Him. It's not easy but He will give us a strength to go through the bearing cross. Sometimes, because of our selfishness we tend to query with Him power.
3. I learned the ultimate love and fulfillment that I only can get is through Jesus Christ.
4. Nothing can replace the truth of the Gospel
5. How to experience God in my life
6. If I think back again how He works in me and make me through a lot of things I have been through, I realize I couldn't pay His grace and blessing for the rest of my life.
7. And I know He loves me so much. No body can replace His love in my heart :)

Second, I want to thanks to God for my Parents who have already raised me up and encouragement, and I also want to thank you to my brother who support me and always care for me, and my sisters who always encourage me.

Third, I want to thanks for God that He send David for me. I learn what is true love that only come from the love of God through him. And also thank you for David because he always beside me in pray and thanks for the love that we have already committed before God. I love you :)

forth, all of you; who have already become part of my life for this 17 years.

on my birthday, I am feel so happy to see how much God loves me, and how He works in my life. Besides, I also got a TIRAMISUUU cake, several gift, and warm hug from ICC congregation with 158 greeting from all over the world :)

and last, my new commitment for this year is "all about Him." Rome 11:36
Here I am, start a new challenging lifeeeee!!!Thank you God!!
You are the only one I will love faithfully forever :)

Tuesday, August 18, 2009

"Lisa"

In fact, I didn't like my name because I felt Lisa means nothing and I have ever asked my parent about why they gave me a name called "Lisa"? and they didn't give me a clear answer so I feel curious about my name hehehe...

This summer, I went to Superstore with Cik maria and we found out there is a book about name's meaning for female. And we open it up and I felt so proud with my name.
I found out, Lisa is originated from hebrew means "consecrated to God". Wowww I love this name so much. And I told Ps. Welliam about my name, He said "Yes, it is true, Your life is consecrated to God. we never know maybe God wants you to do one mission in this world so He called you as a minister to fulfill His plan so the other plan could works.Like elizabeth, eventhough she is not really mentioned in the bible but her existence is important in Jesus birth role."

It is true. I come to this world just to fulfill His plan. If I am done, He will ask me to meet Him face to face. That's the greatest thing that I am waiting and yearning for.

"his is in keeping with my own eager desire and persistent expectation and hope, that I shall not disgrace myself nor be put to shame in anything; but that with the utmost freedom of speech and unfailing courage, now as always heretofore, Christ (the Messiah) will be magnified and get glory and praise in this body of mine and be boldly exalted in my person, whether through (by) life or through (by) death.For me to live is Christ [His life in me], and to die is gain [the gain of the glory of eternity].If, however, it is to be life in the flesh and I am to live on here, that means fruitful service for me; so I can say nothing as to my personal preference [I cannot choose],But I am hard pressed between the two. My yearning desire is to depart (to be free of this world, to set forth) and be with Christ, for that is far, far better;But to remain in my body is more needful and essential for your sake.(Philippians 1:20-24)