Apakah PH menjadi suatu tantangan besar bagi anak muda di Indonesia sekarang?
Saya pikir iya.
Banyak faktor yang saya simpulkan kenapa seh teenager memiliki urge yg gede to pursue ke hubungan dating, bukan courtship tanpa consider apakah benar aim mereka adalah go to marriage? consider apakah Tuhan telah menjadi posisi pertama didalam hati mereka;bukan calon PH mereka? bukan hanya i love you, you love and done, tetapi lebih dari itu banyak hal lagi yg perlu kita consider.
Faktor utama adalah pengaruh keluarga. Banyak teenager yg kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian yg cukup dari orangtua mereka yg mereka harapkan. Karena situasi ini, maka teenager menjadi lonely sehingga mencari pelarian kasih dan perhatian lewat dating relationship sebagai pelampiasan mereka.
Kasih dan perhatian memang sangat dibutuhkan oleh semua orang dan memang salah satu necessary needs especially teenager yg berada dalam masa mencari jati diri dan belum dalam tahap emotional yg cukup stabil membuat adanya urge kepada mereka untuk fulfill needs mereka untuk dikasi dan dicintai sehingga banyak dari mereka mengatakan "I dont want to be in this way, but I cannot help it."
Bagi orangtua, saya kira perlu dan penting role kalian bagi anak2 dalam memberi perhatian yg cukup bagi anak2nya jangan sampai jatuh kepada hal2 yg tidak diinginkan.
Apa yg mereka akan lalui, akan mempengaruhi akan menjadi siapa mereka kedepan.
Kedua adalah urge dari temen2 didalam communitas kita yg mempengaruhi kita untuk mencari PH.
Ketiga, karena culture yg mengatakan bahwa cowo atau cewe kalo tanpa PH kurang baik.
Dll.
Karena situasi diatas, mereka dibutakan untuk menyadari bahwa necessary needs yg mereka butuhkan sebenarnya tidak dapat mereka temukan didalam PH mereka. PH mereka pun manusia biasa dengan kasih yg terbatas memberi kasih dan perhatian. Pada dasarnya, Tuhan kita adalah kasih so kasih yg kita cari yg kita butuhkan hanya bisa kita dapatkan dariNya karena kasihNya tidak terbatas, tidak habis dan tidak taking for granted (kamu harus mengasihi aku baru saya bisa mengasihi kamu, Tuhan kita tidak seperti itu).
Mencari kasih dari manusia, tidak akan pernah kita akan puas.
Oleh karena itu, ayo temen2, cari dulu necessary needs kasih kita yg datang dari Dia yg adalah kasih adanya. Setelah kita telah content dengan Tuhan kita, Dia adalah pertama dalam hidup kita, baru kita mencari PH didalam kondisi kita sudah mantap untuk go to marriage.
ada satu letter yg saya berikan bagi teman saya, yg menurut saya dia mengalami hal yg sama dengan teman2. Mungkin ini juga bisa jadi encouragement bagi kalian semua:
"....ga gampang berdiri ditengah temptation buat dikasihi lebih tapi ak percaya oleh kasih karunia dan kecintaan yg dalam kepada Tuhan membuat semuanya menjadi mungkin :) itulah yg ku sebut menaruh hati dan kerinduanku didalam tangan Tuhan tanpa menghandlenya dengan caraku melainkan dengan cara Tuhan yg lebih agung dan mulia itu :)"
Karena kecintaan Tuhan itu menjadi mungkin karena kita tahu siapa Allah yg kita percaya. Sehingga ketika persekutuan yg dekat itu akan membuat kita tahu bagaimana sehh cowo yg sungguh mengasihi Tuhan (the imitator of Christ who loves us with unconditional love, follow and obey God's word not my emotion, etc). Mengashi bukan cuma ke gereja, giat melayani, tetapi lewat hidup mereka apakah mereka berani mengorbankan yg mereka paling inginkan bagi TUhan? berhenti mengikuti emosi yg ga eternal nilainya bagi Tuhan yg eternal? etc.
."Menaruh hati dan kerinduanku didalam tangan Tuhan"... perlu karena Dia tahu yg terbaik bagi kita. Sering kali kita sebagai manusia terlalu mengikuti emosi kita, sehingga kita ingin menyelesaikan/to achive apa yg kita mau dengan cara kita, tanpa menunggu waktunya Tuhan. Cara yg dia lakukan pasti mulia da agung. Ketika kita bener2 menunggu waktunya, semuanya akan indah dan membuatmu tersungkur dan memuji Dia melihat bagaimana Ia mempertemukan kamu dengan PH kalian =)
Really...think about it.
Put Him as your 1st prince, and partner of life as the 2nd one.
Kalo kita menaruh PH kita yg pertama, ketika diambil Tuhan dari sisi kita, itu akan menyakitkan dan kita akan kehilangan harapan seakan-akan dunia ini telah berakhir.
Tetapi ketika kita menaruh Dia sebagai pangeran kita yg pertama, walaupun partner of life kita tidak bersama-sama lagi dengan kita, kita tetap dapat hidup didalam pengharapan karena kita tahu yg the real one adalah Tuhan, pangeran kita yg ada dan tidak pernah meninggalkan kita dan selain itu, we will see our partner of life some day in heavenly home =)
sure! so true =)
ReplyDelete"Ketika kita bener2 menunggu waktunya, semuanya akan indah dan membuatmu tersungkur dan memuji Dia melihat bagaimana Ia mempertemukan kamu dengan PH kalian =)"
its really true =)
hehe.. when we put Him first, we know that He will provide.
Yes He will!!!
ReplyDeleteAmen =)