Showing posts with label spiritual. Show all posts
Showing posts with label spiritual. Show all posts

Monday, June 28, 2010

Trusting God

Ada seorang yg cukup significant mengubah hidup saya menjadi siapa saya sekarang ini.
Orang yg mengenal saya 2 tahun lalu dan bertemu saya setelah 2 tahun lagi bisa melihat perubahan itu.

Orang ini mengajar kepada saya:

Ketika kita mengatakan kita menyerahkan hidup kita ke dalam tangan Tuhan, mempercayakan Tuhan, kita juga butuh membuktikan kita percaya kepadaNya seperti iman tanpa perbuatan pada hakikatnya mati.

Ketika kita percaya setiap hal yg telah kita taruh didalam tanganNya; baik PH, pergumulan dan masa depan, kita berhenti worry tentang hal tersebut dan menunggu waktu dimana Tuhan say inilah waktunya untuk take action.

Kalo kita worry, artinya kita kurang percaya bahwa Ia bisa menyelesaikan dan bekerja bagi pergumulan, masa depan, etc.

kurang percaya=tidak percaya.
percaya adalah percaya as a whole ga stengah-stengah.

Perkataannya mengubah saya sehingga saya boleh hidup tanpa worry dengan apa yg akan terjadi didepan saya dan siap sedia menghadapi segala tantangan dan hadiah yg akan Ia berikan bagi saya because I know who hold tomorrow =)

Ps:
topik ini applicable di artikel "Teenage's challenge"

Monday, May 3, 2010

apa sebenarnya beban pelayanan?


"saya terbeban di bagian pelayanan A, B or C."
Beberapa dari kita sebagai orang kristen sering mengeluarkan kalimat diatas.

Apakah kita sadar apa arti sebenarnya dari kata "beban" ketika kita mengatakan kata "terbeban"?
Apakah terbeban berarti melayani Tuhan dibagian hal yg saya suka/senang?
Apakah tebeban berarti melayani Tuhan di pelayanan yg saya bisa?

menurut kamus besar bahasa Indonesia kata "beban" memiki arti:

"barang (yg berat) yg dibawa (dipikul, dijunjung, dsb); muatan (yg ditaruhkan di punggung kuda, keledai, dsb): mana boleh kuda ini diberi -- yg seberat itu; 2 ki sesuatu yg berat (sukar) yg harus dilakukan (ditanggung); kewajiban; tanggungan; tanggung jawab: urusan ini menjadi -- kita;" (KBBI, 2008).

Dari definisi diatas kita bisa menyimpulkan bahwa beban adalah suatu yg berat, yg sukar dilakukan, yg kita tanggung. Jadi apakah arti terbeban melayani yg sebenarnya?

Terbeban melayani Tuhan berarti kita melayani Tuhan karena diladang tersebut Tuhan mempercayakan kita untuk melayani Dia. Dipercayakan bagi kita bukan karena kita suka, kita senang, kita bisa, tapi karena Tuhan tahu kita mampu dan kita menerima beban pelayanan tersebut karena semata-mata untuk menyenangkan hatiNya karena kita tahu hanya satu cara yg bisa kita lakukan untuk membayar segala kasih, pengorbanan dan keselamatan yg Ia berikan, yaitu memberi yg terbaik dari diri kita yg bisa kita berikan bagiNya walaupun harus berkorban dan mati bagiNya apapun harganya harus kita bayar untukNya.

Melayani Tuhan adalah suatu privilege yg berharga dari Tuhan bagi kita.
Bagi semua Hamba Tuhan, tidak semua dari kita dipanggil untuk melayani Dia dan diberi beban yg agung ini dan bernilai kekal yaitu memberi diri seutuhNya untuk dipakai olehNya, so do it the best from you, coz not all people can serve Him in this such privilege.


Cited:
http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

am I truly love You Lord?

Many people say "I love you Lord". But have you ever think you are really love God?
Many of us go to sunday services, serve Him in the church busily, ask others whether they have do quite time or they don't; are these things means we have already truly loved Him?

How about our daily quite time in His words and prayer, do we spend sometimes at least half an hour each day after bed or before we start our day? Can we do those simple things?

serve Him in the church is just a reflection of our thanks giving to Him for He has already given the best for us and absolutely this realization comes from our personal relationship with Him through our quite time in His words and prayer.

don't be a christian who talk only without any prove through action in simple things.
If we do, we have no any difference with hypocrites.

I know it's not easy for all of us who are very busy, but at least we try the best for Him.
He long for close relationship with us, it pleases Him more than anything you give to Him.
He wants you, not other things.

Wednesday, April 21, 2010

Apakah Tuhan tidak mau aku bahagia?

Ada seseorang yg pernah memberikan saya statement:
"Apakah Tuhan tidak mau saya bahagia?".

Saya terinspirasi untuk mengerti apa kebahagiaan yg sesungguhnya. Saya pikir Tuhan pasti mau kita bahagia. Seperti yg Ia katakan bagi kita di kitab roma:

"What then shall we say to these things? If God is for us, who can be against us? He who did not spare his own Son but gave him up for us all, will he not with him freely give us all things?" (Romans 8:31-32)

(saya merefer ayat ini karena banyak dari kita menganggap sesuatu yg bahagia adalah ketika kita mendapatkan sesuatu yg kita ingin dapatkan tapi belum tercapai). Anak satu-satuNya yg paling Ia kasihi aja mau Ia berikan bagi kita yg berdosa, apalagi hal lain yg ada didunia ini? Kekayaan, harta, kuasa, dan kebahagiaan pun bisa Ia berikan kalo memang Ia berkehendak.
Nah sekarang yg perlu kita pikirkan adalah apakah kebahagiaan yg kita maksud sama dengan apa yg Tuhan maksud? Banyak orang yg mengartikan kebahagiaan mereka kalo mereka mendapatkan harta, kekayaan, pasangan hidup, degree, dan banyak lagi. Apakah salah menginginkan hal itu? sama sekali tidak. Kalo begitu kenapa Tuhan tidak memberikan itu semua bagi kita? Jawabannya simple, karena semua itu bukanlah prioritas yg Tuhan mau kita taruh. Banyak dari kita sering kali salah menaruh prioritas pertama dengan harapan mereka/keinginan mereka yg sia-sia yg sesungguhnya tidak boleh menggantikan posisi pertama yg sesungguhnya, yaitu Kristus; sehingga pada akhirnya kita harus menghadapi kekecewaan.

Kita tidak akan pernah bahagia, tapi kita bisa hidup dalam ucapan syukur asal kita menaruh apa yg seharusnya pada tempatnya. Tidak bahagia karena dunia bukanlah bagian dari kita, tetapi surga adalah bagian kita yg sesungguhnya. Kita hanya menumpang dan mempersiapkan diri didunia semata2 agar kita menjadi mempelai yg "sempurna" ketika bertemu Dia disana dan mengerjakan rencana2 yg Ia percayakan bagi kita sehingga apa yg Ia kehendaki boleh ter-fulfill lewat kita sebagai alatNya. Kita akan bahagia ketika kita bertemu denganNya disurga :)
Bersyukur karena kita tahu apa yg kita lakukan semata-mata untuk dan bagi kemuliaanNya, dan kekayaan, tahta, harta, pasangan, dll, ini semua adalah berkat yg Ia berikan bagi kita saja dan sifatnya pun bukan kekal sehingga ketika kita diberi kesempatan untuk menikmatinya itu adalah berkat yg harus dan patut kita syukuri tetapi bukan the ultimate happiness that He given to us.

so live you life for Him and in Him, for all you have is from Him, not yours.


Wednesday, January 6, 2010

Begin and End it in Christ

Hari ini saya baca kitab 1 timotius 2-4, kitab dimana ditulis oleh Paulus dan ditujukan kepada Timotius yg dia anggap sebagai anaknya sendiri yg sah didalam Tuhan (1 tim 1; 2 tim 1).
Ketika saya membaca kitab ini, 2 Tim 4:7 "Aku telah mengakiri pertandingan yg baik, ak telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman". Ayat ini memiliki arti yg sangat significant bagi saya mengenai bagaimana kita sebagai seorang anak Tuhan harus mengakhiri hidup seperti Paulus. Tidak banyak orang bisa mengatakan kalimat ini (dlm term psychology, kalimat ini telah merepresent the highest level of cognitive domain which is evaluation level).
Bisa mengakhiri hidup kita didalam spiritual warfare bukanlah hal yg gampang dan adalah suatu pengalaman dan proses seumur hidup yg harus kita jalani hingga kita bertemu dengan Bapa disurga. Bagi saya, untuk bisa mencapai garis akhir dan mengakhiri hidup kita dengan baik didalam Tuhan diperlukan beberapa hal, diantaranya:

1. Selfless attitude
Begitu banyak tantangan dan tawaran yg begitu mengiurkan dari dunia membuat kita kadang kala mencoba untuk berkompromi untuk hidup benar, kudus dihadapan Tuhan. Sikap ini sangat diperlukan oleh karena tanpa selfless attitude; meninggalkan apa yg kita inginkan, ambisi kita, dll, kita tidak akan mungkin bisa maksimal dalam mencampai garis akhir dengan sesempurna mungkin. Seperti paulus didalam Filipi 3:8 "Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus"
Paulus melihat dan menilai pengalaman dia dengan Kristus dengan nilai yg sangatlah tinggi hingga dia bisa mengatakan "segala sesuatu kuanggap rugi...menganggapnya sampah.." Wowww such amazing deep and precise words that represent his personal experience with Christ!!!

2. Perjuangan
kalo kita perhatikan didalam kitab filipi ketika paulus di penjara, dia masih menasihatkan jemaat difilipi untuk tetepa berjuang!!! kita yg hidup tidak didalam keadaan penganiyaan seperti Paulus, seharusnya lebih bersemangat lagi!!!

3. Pengenalan yg dekat akan Tuhan
Pengenalan yg tiada hentinya sangat diperlukan karena dari inilah kita baru bisa berjuang dan memiliki selfless attitude. Selain itu, kasih dan setia akan datang karena kecintaan kita dan pentingnya Tuhan dalam hidup kita membuat kita tergila2 hingga mengorbankan apapun untuk Dia yg telah terlebih dahulu memberi diri untuk menyelamatkan kita.

Saturday, October 31, 2009

Obedience

"dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yg telah dideritaNya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaanNya, Ia menjadi pokok keselamatan yg abadi bagi semua orang yg taat kepadaNya" Ibrani 5:8-9.


Ketika saya baca verse ini, verse ini menjadi begitu berarti dan sangat mengutkan saya.
Bagi saya secara pribadi verse ini mau memberitahukan kepada saya bahwa Yesus yg mulia, tak bercacat dan suci itu aja rela belajar taat sama Bapa didalam penderitaanNya. pernah mikir ga seh bahwa koq Kristus itu mau turun kedunia sebagai bentuk obedient-Nya kepada Bapa karena begitu besar kasih Bapa akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan anakNya yg tunggal kepada kita manusia berdosa ini. Harganya terlalu BESAR dan terlalu BERHARGA tapi Dia Allah Bapa kita rela memberikan itu yg terpenting anakNya bagi kita yg berdosa ini.

Apalagi kita yg sudah jatuh dalam dosa ini, kitalah yg seharusnya belajar lebih giat lagi untuk taat kepada Kristus karena sudah cukup keselamatan yg Ia berikan kepada kita 2000 tahun yg lalu yg ga mungkin bisa dibayar oleh siapa pun dan apapun itu bentuknya. Kita sering kali bersungut2 dan merenget2 akan hidup kita tetang penderitaan yg kita alami. kalo kita coba go through di bible seperti buku "Walk as He Walked" buku itu mengatakan bahwa Kristus itu ga pernah mengasihani diriNya Dia sendiri. Dia hanya menangis 3x dalam bible dan tiga tangisan ini adalah tangisan untuk orang lain dan minta kekuatan daripada Bapa untuk melakukan tugas panggilan yg Bapa telah percayakan kepada Kristus di dunia ini. Even Dia mulai, suci berkuasa dan sempurna, Dia juga adalah manusia yg membutuhkan kekuatan daripada Bapa untuk menggenapi cawan yg Tuhan telah berikan Kristus.

Puji Tuhan, ternyata ketika Dia bangkit, Dia masih mengirimkan Roh Kudus yg tinggal diam didalam hidup kita satu per satu sehingga boleh kita yg terpanggil dan dipilih oleh Allah boleh memiliki iman dan penghiburan daripada Tuhan sehingga kita bisa menjalani rancangan2 yg telah Tuhan berikan bagi kita dengan kuat dan penuh pengharapan yg datang hanya daripada Dia yg telah memberikan dan menyediakan setiap keperluan untuk berperang di "spiritual warfare" ini.

semoga article dan hasil renungan ini boleh menjadi kekuatan bagi saudara dan saya.
Immanuel.

Tuesday, October 20, 2009

Following God

Sometimes I felt why it is so difficult to follow Christ?
Do we have to go through suffering, misunderstanding, loneliness, in follow Him?
I think yah it is. If we watch carefully with many apostles in the bible, they go through these things. that's the reality to follow Christ.

when the decision was made, the test will come one by one.
When I made a decision to fully give my self to God, God give me a lot of things to go through.
How to deal with certain conflict, how to forgive, how to deal with congregation and deal with my self when the world misunderstanding, suspect, and jealous with me.

World is imperfect, so we are.
The unworthiness of who we are cannot compare to Him that are glory, mighty, above all else!
Whatever we have been through in following Christ, let Him be the wants who be proud and award us not this world.
And I belief every difficult and happy moment that we go through will bring glory to Christ!!
Main point from all suffering and difficulty that we faced that can make us stand still before God is the eyes that focus on to God :)

Thursday, September 24, 2009

Too Great and Too Wide

I am thinking why "A" thing suppose to happen in my life?
Why God put me in "B" situation?
And why God choose me to be in "C" condition?

I believe most of us have ever asked those kind of question in your life.
I personally ever asked these questions to God in my confusion in the reality of life.
I am trying and trying to comprehend what God wants me to be? what is His bright and the hopeful purpose as He said in Isaiah?

But I am finally realize, I am too limited to comprehend His thought and purposes in my life, so I will never know exactly what it id until He who the first one reveals it to me.

Our God is too great and too wide to be comprehended by our mind and our soul.

In fact, we are human who fall in sin. We want everything make sense and God's answer supposes to be beneficial answers for us. We are selfish. Whether you realize it or not, even when we keep our faith to God is just because we hope we could get something more from Him.

The answers is so simple, and is just one answer; it's all about HIM. Why I say this? Because He is our creator, without Him we will never exist. He has already died in the cross just because of us who is sinned. could you pay for His salvation? Nope, you never and ever can pay it off. so do you think we have a right to ask God more for our selfish wishes such as I want an happiness so I have to married, I have to get in in "A" university, get a lot of money, etc?? we can ask that. it is a normal thing but you have to ask your self, what is it for. is it for the glory of God and effectiveness for His plan in our life, or just for your own happiness and satisfaction?

Nothing eternal in this life. Don't let this worldly things make you replace His place with other things. God can gives it to you easily if He wants it, but because He loves us so much, He knows what are the things that is good for us. Sometimes, the things that we think is good for us, it doesn't necessary good in God's measurement.

to come to this point, it takes time. I take for 4 years to come to this point. is not an easy process to go through but it help me a lot to see God as the only God I can depend on, I trust and I believe in. and I also finally understand what paul means by "Life is Christ, and Die is gain", and also Philipians 1:20-24.


Wish this could become a blessing for all of you.
Gbu.