Friday, April 16, 2010

Anak?

Apakah tujuan akhir ketika kita menikah harus memiliki anak?
Apakah memiliki anak merupakan hal yg sangat membahagiakan ketika melihat tantangan dan hal2 yg perlu kita hadapi?

Pertanyaan ini keluar dipemikiran saya ketika saya diberi suatu kesempatan oleh Tuhan lewat keluarga koko saya untuk menjaga keponakan saya, Celine namanya.
Celine adalah keponakan pertama saya. Secara pribadi, saya sungguh bersyukur dan senang boleh menjadi seorang kou2 baginya. Awal dari tujuan menjaga celine adalah karena tidak ada pembantu, dan ipar saya sedang keluar kota karena ada urusan yg harus dikerjakan.

Unexpected ternyata Celine sakit ketika sore hari. Saya sudah notice karena celine meminta saya untuk terus menemani dia ditempat tidur which is saya merasa behaviornya dia berbeda dari biasanya. Setelah kira2 jam 6, saya baru notice dengan koko saya bahwa celine demam!!!

Kami memutuskan untuk ke Rumah Sakit dan celine selalu minta saya menggendong dia sampai saat ketika kita diparkiran celine muntah dan meminta saya menggendongnya. Waktu itu sempet berpikir mau ga yahh? since saya ga ada baju ganti. In the mean time naluri saya berkata bahwa saya harus menggendong dia ketika dia perlu saya (scra psychology anak2 akan merasa ditolak) so saya pun menggendongnya walaupun baju saya harus kotor dan bau tapi inilah harga yg harus kita bayar karena saya mengasihi dia =)

Ketika pulang, saya membersihkan badan celine, menyanyikan lagu baginya agar dia boleh tidur, selama 3 malam berturut2. Sometimes, dia suka tengah malem bangun dan membuatku tidak mengerti apa yg dia inginkan dan memanggil "kou2" padalah saya ada disana hingga saya memutuskan untuk berdoa baginya dalam hati "Tuhan, aku ga tahu apa yg celine mau dan ak bingung. Tuhan biar Engkau tutup bungkus dia dengan darah anak dombaMU sehingga kuasaMu selalu ada atasnya dan pulihkan menurut kehendak dan kuat kuasaMu. Tolong Tuhan....". Setelah saya doa, celine sempet diem, saya juga bingung and then saya langsung meyanyikan sebuah lagu "Jesus love me yes I know" sampai dia tertidur. Saya bersyukur untuk hal itu :)
Long story short, besok paginya tangan saya seperti olahraga angkat besi hehe...

Ada resiko bagi saya menjaga Celine ketika dia dideteksi sakit cacar air. Penyakit ini bisa menular saya since saya sendiri belum pernah cacar. Tapi dengan consideration yg ada yg terlebih lagi karena saya mengasihi dia, saya tidak bisa menolak karena masa2 umur celine sangat membutuhkan kasih untuk dapat bertumbuh dengan baik, tapi bukan berarti memberi segalanya seperti apa yg dia mau.

3 hari setelah menjaga celine, ternyata gantian saya yg sakit demam dan radang. Saya diminta buat nyetir ke airport karena celine mau digendong papanya. Ada resiko bagi saya nyetir tapi belajar untuk betahan melawan pusing dan demam selama saya bisa menahan selama perjalanan menuju dan pulang dari airport hingga ketika sampai di tempat koko, saya langsung tepar hehe...Wahh saya kira bentar lagi nehh bakal cacar tapi puji Tuhan, Tuhan tidak membiarkan itu terjadi, walaupun iya saya juga tetap bersyukur :)

Koko saya sebagai Ayah juga ga kalah pengorbanannya dan pastinya lebih banyak berkorban daripada saya. Dari ga makan karena melihat kondisi anaknya, ga kerja, kurang tidur, memanjakan anak, his affection and love to his child, membuat saya begitu kagum dan bersyukur celine memiliki Ayah yg begitu caring terhadapnya :)

Apakah tujuan akhir ketika kita menikah harus memiliki anak?
Yes we have kalo memang Tuhan berkehendak, tetapi kita juga tidak boleh berencana untuk tidak memiliki anak karena itulah design sex yg Tuhan ciptakan bagi manusia. If we do, kita berdosa dihadapan Tuhan.

Apakah memiliki anak merupakan hal yg sangat membahagiakan ketika melihat tantangan dan hal2 yg perlu kita hadapi? Nope...honestly tidak gampang karena banyak hal yg perlu dikorbankan dari ngurusin poop, sakit, dll...tetapi dibalik itu semua sebenarnya anak itu adalah hasil dari unification cinta kita kepada spouse kita sehingga hasil cinta tersebut pun ketika kita mengalami tantangan dan pengorbanan seperti yg saya uraikan diatas menjadi nothing. Seperti yg bible katakan kepada kita Kasih itu sabar menanggung segala sesuatu!!!

Greater love, greater pain, and sacrifice is required in love.

so think twice are you ready to getting married...
Are u ready for that? :)

2 comments: