Wednesday, April 21, 2010

Apakah Tuhan tidak mau aku bahagia?

Ada seseorang yg pernah memberikan saya statement:
"Apakah Tuhan tidak mau saya bahagia?".

Saya terinspirasi untuk mengerti apa kebahagiaan yg sesungguhnya. Saya pikir Tuhan pasti mau kita bahagia. Seperti yg Ia katakan bagi kita di kitab roma:

"What then shall we say to these things? If God is for us, who can be against us? He who did not spare his own Son but gave him up for us all, will he not with him freely give us all things?" (Romans 8:31-32)

(saya merefer ayat ini karena banyak dari kita menganggap sesuatu yg bahagia adalah ketika kita mendapatkan sesuatu yg kita ingin dapatkan tapi belum tercapai). Anak satu-satuNya yg paling Ia kasihi aja mau Ia berikan bagi kita yg berdosa, apalagi hal lain yg ada didunia ini? Kekayaan, harta, kuasa, dan kebahagiaan pun bisa Ia berikan kalo memang Ia berkehendak.
Nah sekarang yg perlu kita pikirkan adalah apakah kebahagiaan yg kita maksud sama dengan apa yg Tuhan maksud? Banyak orang yg mengartikan kebahagiaan mereka kalo mereka mendapatkan harta, kekayaan, pasangan hidup, degree, dan banyak lagi. Apakah salah menginginkan hal itu? sama sekali tidak. Kalo begitu kenapa Tuhan tidak memberikan itu semua bagi kita? Jawabannya simple, karena semua itu bukanlah prioritas yg Tuhan mau kita taruh. Banyak dari kita sering kali salah menaruh prioritas pertama dengan harapan mereka/keinginan mereka yg sia-sia yg sesungguhnya tidak boleh menggantikan posisi pertama yg sesungguhnya, yaitu Kristus; sehingga pada akhirnya kita harus menghadapi kekecewaan.

Kita tidak akan pernah bahagia, tapi kita bisa hidup dalam ucapan syukur asal kita menaruh apa yg seharusnya pada tempatnya. Tidak bahagia karena dunia bukanlah bagian dari kita, tetapi surga adalah bagian kita yg sesungguhnya. Kita hanya menumpang dan mempersiapkan diri didunia semata2 agar kita menjadi mempelai yg "sempurna" ketika bertemu Dia disana dan mengerjakan rencana2 yg Ia percayakan bagi kita sehingga apa yg Ia kehendaki boleh ter-fulfill lewat kita sebagai alatNya. Kita akan bahagia ketika kita bertemu denganNya disurga :)
Bersyukur karena kita tahu apa yg kita lakukan semata-mata untuk dan bagi kemuliaanNya, dan kekayaan, tahta, harta, pasangan, dll, ini semua adalah berkat yg Ia berikan bagi kita saja dan sifatnya pun bukan kekal sehingga ketika kita diberi kesempatan untuk menikmatinya itu adalah berkat yg harus dan patut kita syukuri tetapi bukan the ultimate happiness that He given to us.

so live you life for Him and in Him, for all you have is from Him, not yours.


Friday, April 16, 2010

Anak?

Apakah tujuan akhir ketika kita menikah harus memiliki anak?
Apakah memiliki anak merupakan hal yg sangat membahagiakan ketika melihat tantangan dan hal2 yg perlu kita hadapi?

Pertanyaan ini keluar dipemikiran saya ketika saya diberi suatu kesempatan oleh Tuhan lewat keluarga koko saya untuk menjaga keponakan saya, Celine namanya.
Celine adalah keponakan pertama saya. Secara pribadi, saya sungguh bersyukur dan senang boleh menjadi seorang kou2 baginya. Awal dari tujuan menjaga celine adalah karena tidak ada pembantu, dan ipar saya sedang keluar kota karena ada urusan yg harus dikerjakan.

Unexpected ternyata Celine sakit ketika sore hari. Saya sudah notice karena celine meminta saya untuk terus menemani dia ditempat tidur which is saya merasa behaviornya dia berbeda dari biasanya. Setelah kira2 jam 6, saya baru notice dengan koko saya bahwa celine demam!!!

Kami memutuskan untuk ke Rumah Sakit dan celine selalu minta saya menggendong dia sampai saat ketika kita diparkiran celine muntah dan meminta saya menggendongnya. Waktu itu sempet berpikir mau ga yahh? since saya ga ada baju ganti. In the mean time naluri saya berkata bahwa saya harus menggendong dia ketika dia perlu saya (scra psychology anak2 akan merasa ditolak) so saya pun menggendongnya walaupun baju saya harus kotor dan bau tapi inilah harga yg harus kita bayar karena saya mengasihi dia =)

Ketika pulang, saya membersihkan badan celine, menyanyikan lagu baginya agar dia boleh tidur, selama 3 malam berturut2. Sometimes, dia suka tengah malem bangun dan membuatku tidak mengerti apa yg dia inginkan dan memanggil "kou2" padalah saya ada disana hingga saya memutuskan untuk berdoa baginya dalam hati "Tuhan, aku ga tahu apa yg celine mau dan ak bingung. Tuhan biar Engkau tutup bungkus dia dengan darah anak dombaMU sehingga kuasaMu selalu ada atasnya dan pulihkan menurut kehendak dan kuat kuasaMu. Tolong Tuhan....". Setelah saya doa, celine sempet diem, saya juga bingung and then saya langsung meyanyikan sebuah lagu "Jesus love me yes I know" sampai dia tertidur. Saya bersyukur untuk hal itu :)
Long story short, besok paginya tangan saya seperti olahraga angkat besi hehe...

Ada resiko bagi saya menjaga Celine ketika dia dideteksi sakit cacar air. Penyakit ini bisa menular saya since saya sendiri belum pernah cacar. Tapi dengan consideration yg ada yg terlebih lagi karena saya mengasihi dia, saya tidak bisa menolak karena masa2 umur celine sangat membutuhkan kasih untuk dapat bertumbuh dengan baik, tapi bukan berarti memberi segalanya seperti apa yg dia mau.

3 hari setelah menjaga celine, ternyata gantian saya yg sakit demam dan radang. Saya diminta buat nyetir ke airport karena celine mau digendong papanya. Ada resiko bagi saya nyetir tapi belajar untuk betahan melawan pusing dan demam selama saya bisa menahan selama perjalanan menuju dan pulang dari airport hingga ketika sampai di tempat koko, saya langsung tepar hehe...Wahh saya kira bentar lagi nehh bakal cacar tapi puji Tuhan, Tuhan tidak membiarkan itu terjadi, walaupun iya saya juga tetap bersyukur :)

Koko saya sebagai Ayah juga ga kalah pengorbanannya dan pastinya lebih banyak berkorban daripada saya. Dari ga makan karena melihat kondisi anaknya, ga kerja, kurang tidur, memanjakan anak, his affection and love to his child, membuat saya begitu kagum dan bersyukur celine memiliki Ayah yg begitu caring terhadapnya :)

Apakah tujuan akhir ketika kita menikah harus memiliki anak?
Yes we have kalo memang Tuhan berkehendak, tetapi kita juga tidak boleh berencana untuk tidak memiliki anak karena itulah design sex yg Tuhan ciptakan bagi manusia. If we do, kita berdosa dihadapan Tuhan.

Apakah memiliki anak merupakan hal yg sangat membahagiakan ketika melihat tantangan dan hal2 yg perlu kita hadapi? Nope...honestly tidak gampang karena banyak hal yg perlu dikorbankan dari ngurusin poop, sakit, dll...tetapi dibalik itu semua sebenarnya anak itu adalah hasil dari unification cinta kita kepada spouse kita sehingga hasil cinta tersebut pun ketika kita mengalami tantangan dan pengorbanan seperti yg saya uraikan diatas menjadi nothing. Seperti yg bible katakan kepada kita Kasih itu sabar menanggung segala sesuatu!!!

Greater love, greater pain, and sacrifice is required in love.

so think twice are you ready to getting married...
Are u ready for that? :)

Thursday, April 15, 2010

The Power of Your Name

The Power of Your Name (click it!!)

Verse 1
Surely children weren't made for the streets
And Fathers were not made to leave
Surely this isn't how it should be
Let Your kingdom come

Verse 2
Surely nations were not made for war
Or the broken and due to be ignored
Surely this couldn't be what You saw
Let Your kingdom come
Here in my heart

Chorus
And I will live to carry your compassion
To love a world that's broken
To be your hands and feet
And I will give with the life that I've been given
And go beyond religion to see the world be changed
By the power of Your Name
The power of Your Name

Verse 3
Surely life wasn't made to regret
And the lost were not made to forget
Surely faith without action is dead
Let Your Kingdom come
Lord break this heart

Bridge
Jesus Your Name
Is a shelter for the hurting
Your Name
Is a refuge the weak
Only Your Name
Can take the undeserving
Jesus Your Name
Holds everything I need


Nb:
Such a great song. This song was made by Lincoln Brewster with His son's and grandma's heart beattt on it....
OMG...it's very cool and touching song and lyric!!!
Hope you enjoy this song and become a blessing for u.

Thanks Stephanie, a great friend of mine in United States for your posting about this song :)

Monday, February 8, 2010

Who Am I?

Who Am I (click here to watch the video)

Who am I?
That the Lord of all the earth,
Would care to know my name,
Would care to feel my hurt.
Who am I?
That the bright and morning star,
Would choose to light the way,
For my ever wandering heart.

Bridge:
Not because of who I am,
But because of what you've done.
Not because of what I've done,
But because of who you are.

Chorus:
I am a flower quickly fading,
Here today and gone tomorrow,
A wave tossed in the ocean,
A vapor in the wind.
Still you hear me when I'm calling,
Lord, you catch me when I'm falling,
And you've told me who I am.
I am yours.
I am yours.

Who am I?
That the eyes that see my sin
Would look on me with love
And watch me rise again.
Who am I?
That the voice that calmed the sea,
Would call out through the rain,
And calm the storm in me.

Not because of who I am,
But because of what you've done.
Not because of what I've done,
But because of who you are.


I am a flower quickly fading,
Here today and gone tomorrow,
A wave tossed in the ocean,
A vapor in the wind.
Still you hear me when I'm calling,
Lord, you catch me when I'm falling,
And you've told me who I am.
I am yours.

Not because of who I am,
But because of what you've done.
Not because of what I've done,
But because of who you are.


I am a flower quickly fading,
Here today and gone tomorrow,
A wave tossed in the ocean,
A vapor in the wind.
Still you hear me when I'm calling,
Lord, you catch me when I'm falling,
And you've told me who I am.
I am yours.
I am yours.
I am yours.

Whom shall I fear
Whom shall I fear
I am yours..
I am yours..


Friday, January 29, 2010

Suffering

2 hari yg lalu ketika saya baru selesai mengikuti intesive course di salah satu gereja di Jakarta, saya harus mengejar waktu les. Between 2 kegiatan tersebut saya ada wktu kosong selama 1 jam.
Saya nyetir mobil kira2 dari daerah kemayoran ke sunter membutuhkan waktu kiar2 15-20 menit (cukup cepat oleh karena saya sudah mencoba sepelan mungkin untuk ketempat tujuan sehingga saya tidak perlu menunggu di tempat les hingga waktunya tiba )
Ketika saya masuk kerumah lause saya dan tidak ada orang didalam so saya memutuskan menunggu sampai jam 2 teng didalam mobil dan kebetulan saya parkirnya pas dibawah pohon =)

pas didalam mobil, I was wondering what I am going to do?
and then saya memutuskan untuk membaca kitab roma pasal 5.
Di dalam pasal tersebut saya tercengang dengan roma 5:3-6 "....kita malah bermegah didalam kesengsaraan kita, karena kita tahu bahwa kesengsaraan itu menimbulkan tahan uji. Dan tahan uji itu menimbulkan pengharapan. Dan pengharpaan itu tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan didalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang2 durhaka pada waktu yg telah ditemtukan oleh Allah".

Saya merasa bahwa ayat ini menyatakan kehidupan kesengsaraan yg kita alami sebagai orang percaya dengan begitu detail, precise dan sangat bermakna. Oleh karena kesengsaraan yg kita alami tidak berhenti pada keadaan menderita saja tetapi juga ksesngsaraan yg menghasikan kita menjadi seorang yg lebih tahan uji. Tahan uji akan tantangan hidup kedepan, tidak mudah takut menghadapi situasi yg sama dan tak terduga itu, sehingga iman kita pun tidak goyah ketika berhasil menghadapi tantangan/kesengsaraan hidup itu sendiri. Sifat yg tahan uji itu memberikan kita pengahrapan didalam Tuhan. dikatan bahwa pengharpan itu datang oleh karena kasih Allah yg telah dicurahkan bagi kita anak2Nya ini.

Our suffering ga berhenti sampai pada kita sekedar menderita tetapi merupakan suatu proses daripada exercising our muscles of faith =)





Saturday, January 23, 2010

Here I am, Lord


I, the Lord of sea and sky,
I have heard My people cry.
All who dwell in dark and sin,
My hand will save.

I who made the stars of night,
I will make their darkness bright.
Who will bear My light to them?
Whom shall I send?

Here I am Lord, Is it I Lord?
I have heard You calling in the night.
I will go Lord, if You lead me.
I will hold Your people in my heart.

I, the Lord of snow and rain,
I have born my peoples pain.
I have wept for love of them, They turn away.
I will break their hearts of stone,
Give them hearts for love alone.
I will speak My word to them,
Whom shall I send?

Here I am Lord, Is it I Lord?
I have heard You calling in the night.
I will go Lord, if You lead me.
I will hold Your people in my heart.

I, the Lord of wind and flame,
I will tend the poor and lame.
I will set a feast for them,
My hand will save
Finest bread I will provide,
Till their hearts be satisfied.
I will give My life to them,
Whom shall I send?

Here I am Lord, Is it I Lord?
I have heard You calling in the night.
I will go Lord, if You lead me.
I will hold Your people in my heart.


Ps:
Biarlah lagu ini boleh menjadi berkat bagi setiap kita yg telah menjadi HambaNya dimana kita telah diberikan suatu hati, beban yg merupakan privilege daripada Tuhan untuk dipilih olehNya sebagai hamba pilihanNya.
Ingatlah panggilan mula2 kita sebagai hambaNya untuk terus maintain purity of life in His eyes:)
Gbu all!!!

Friday, January 22, 2010

Kasih yang Polos

topik yg cukup menarik dan uncommon untuk dibicarakan.
Topic ini keluar di pemikiran saya ketika mendengar sharing dari teman baik saya.
Long story short, saya belajar banyak hal dari sharing yg kami lakukan, yaitu:

1. Mengasihi dengan hati yg polos tidak mudah dan tidak banyak bisa kita dapat di dunia ini oleh karena kasih yg polos adalah kasih yg murni oleh karena kasih itu belum menjadi cacat (dilukai, etc) sehingga ketika kita mengasihi sesama, kita menggunakan kasih yg utuh (tanpa menquestioning dia, tanpa meragukan dia, jujur, dll).

2. Alangkah baiknya ketika kita bisa mengasihi Tuhan dengan kasih yg polos; yg tidak dicemari dengan motivasi2 yg tidak murni, keinginan dan dosa kita. Hubungan yg didasari dengan kasih ini akan menjadi sangatlah nikmat, bukan?


Wednesday, January 6, 2010

Begin and End it in Christ

Hari ini saya baca kitab 1 timotius 2-4, kitab dimana ditulis oleh Paulus dan ditujukan kepada Timotius yg dia anggap sebagai anaknya sendiri yg sah didalam Tuhan (1 tim 1; 2 tim 1).
Ketika saya membaca kitab ini, 2 Tim 4:7 "Aku telah mengakiri pertandingan yg baik, ak telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman". Ayat ini memiliki arti yg sangat significant bagi saya mengenai bagaimana kita sebagai seorang anak Tuhan harus mengakhiri hidup seperti Paulus. Tidak banyak orang bisa mengatakan kalimat ini (dlm term psychology, kalimat ini telah merepresent the highest level of cognitive domain which is evaluation level).
Bisa mengakhiri hidup kita didalam spiritual warfare bukanlah hal yg gampang dan adalah suatu pengalaman dan proses seumur hidup yg harus kita jalani hingga kita bertemu dengan Bapa disurga. Bagi saya, untuk bisa mencapai garis akhir dan mengakhiri hidup kita dengan baik didalam Tuhan diperlukan beberapa hal, diantaranya:

1. Selfless attitude
Begitu banyak tantangan dan tawaran yg begitu mengiurkan dari dunia membuat kita kadang kala mencoba untuk berkompromi untuk hidup benar, kudus dihadapan Tuhan. Sikap ini sangat diperlukan oleh karena tanpa selfless attitude; meninggalkan apa yg kita inginkan, ambisi kita, dll, kita tidak akan mungkin bisa maksimal dalam mencampai garis akhir dengan sesempurna mungkin. Seperti paulus didalam Filipi 3:8 "Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus"
Paulus melihat dan menilai pengalaman dia dengan Kristus dengan nilai yg sangatlah tinggi hingga dia bisa mengatakan "segala sesuatu kuanggap rugi...menganggapnya sampah.." Wowww such amazing deep and precise words that represent his personal experience with Christ!!!

2. Perjuangan
kalo kita perhatikan didalam kitab filipi ketika paulus di penjara, dia masih menasihatkan jemaat difilipi untuk tetepa berjuang!!! kita yg hidup tidak didalam keadaan penganiyaan seperti Paulus, seharusnya lebih bersemangat lagi!!!

3. Pengenalan yg dekat akan Tuhan
Pengenalan yg tiada hentinya sangat diperlukan karena dari inilah kita baru bisa berjuang dan memiliki selfless attitude. Selain itu, kasih dan setia akan datang karena kecintaan kita dan pentingnya Tuhan dalam hidup kita membuat kita tergila2 hingga mengorbankan apapun untuk Dia yg telah terlebih dahulu memberi diri untuk menyelamatkan kita.