Dua hari yg lalu, saya bermain badminton dengan cicik dan temen saya di CSUF. Sebenernya waktu itu lagi setengah hati, cuma saya mikir yasudalah toh saya uda jarang olahraga semenjak kepindahan saya di dormitory.
Ketika saya bermain dengan cicik saya 1 vs 1, saya merasa gerakan badan saya sangat flexible dan explorable dengan music yg sedang dimainkan di CSUF court. Saya merasa aneh dengan gerakan saya dan akhirnya saya mencoba memperhatikan setiap gerakan yg saya mainkan. saya menemukan bahwa badan saya juga ikutan bermain dengan musik sehingga flexibilitas yg memang dibutuhkan untuk menjangkau bola yg dilemparkan bisa tercapai.
Saya mencoba bermain 1 vs 2 dengan ketakutan yg ada tapi saya mencoba menghadapi ketakutan kalo saya bisa kalah. Dalam permainan ini saya belajar bahwa ketika kita tahu kelemahan dan taktik yg digunakan oleh sang musuh, bisa membuat flexibilitas kita bermain semakin lincah dan lancar. Hal ini juga tidak terlepas dari obersavasi dan belajar. walaupun kita memiliki tenaga tangan yg kuat tapi tidak disertai dengan hal diatas, permainan kita menjadi kurang maximal.
Saya belum expert disini tapi saya memiliki keinginan untuk masih dan harus terus belajar untuk bisa memainkan peranan saya di lapangan dengan baik.
implikasi dalam hidup:
1. belajar apa yg kita jalani dalam hidup baik itu hal yg kurang menyenangkan dan menyenangkan.
2. ketika kita berperan dan berlaku salah dalam hidup, kita akan diingatkan dengan kuesekuensi daripada apa yg kita lakukan.
3. Kuesekuensi tidak akan pernah pergi dalam hidup kita kecuali kemurahan dan anugrah daripada Tuhan bertidak dan diberikan kepada kita. (God is love and justice)
4. first performance dalam hidup kita sangat menentukan hidup kita selanjutnya bagaimana kita melihat diri kita, bertidak dan melihat dunia ini.
konsekuensi :D
ReplyDelete